Kepedulian dan Tanggap Bencana Alam Di Indonesia

 




Kepedulian dan Tanggap Bencana Alam Di Indonesia

Indonesia kembali berduka 

            Salah satunya bencana longsor yang hancurkan pemukiman di daerah Sumedang, dan ada korban jiwa akibat bencana ini.
Hujan lebat yang menyebabkan musibah tanah longsor di Dusun Bojong Kondang RT 003 RW 010, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (9/1) sekitar pukul 16.00 WIB.
Longsor berasal dari sebuah tebing setinggi 20 meter dengan panjang 40 meter di kawasan ini. Diperkirakan ada 12 warga tertimbun di bawah reruntuhan rumah mereka, yang hancur dihantam tanah.


            Dan terjadi kembali longsor susulan yang terjadi malam harinya, dan memakan korban yaitu salah satu pegawai pemerintahan yang bertugas sebagai kepala seksi Trantib Kecamatan Cimanggung bernama Suhanda. Kepala Seksi kedaruratan dan logistic BPBP Kabupaten Sumedang, Yedi juga gugur saat membantu evakuasi korban.
Selain Suhanda, Danramil Cimanggung, Kapten Inf. Setyo Pribadi juga dinyatakan meninggal dunia. Bahkan, salah satu anggota polsek Cimanggung, Ipda Dani telah ditemukan dalam kondisi setengah badan tertimbun longsor.

            Dampak dari bencana longsor rumah rumah warga tertimpa dan rusak , harta benda lenyap terbawa longsoran, dari kejadian ini bala bantuan pun datang seperti makanan siap saji, bahan pangan, selimut , pakaian , obat obatan dan kebutuhan bayi dan balita.

 

Penyebab Longsor :
1. Kemiringan lereng terjal
2. Terjadinya pelapukan breksi dan tufa yang mudah meloloskan air
3. Lokasi merupakan lahan terbuka tanpa vegetasi berakar kuat
4. Drainase kurang baik
5. Hujan turun berintensitas tinggi

Dampak :
1. 14 Rumah rusak berat
2. 1 Masjid rusak sedang
3. 13 Orang meninggal
4. 18 orang luka luka

Kepedulian penanganan dampak bencana, Kepala Badan Pendidikan, Penelitian dan penyuluhan social Syahabuddin saat meninjau lokasi longsor, Mengatakan kementrian menyalurkan bantuan senilai Rp 1,053 Miliar. Bantuan meliputi bantuan logistic senilai 888.671.350 beras senilai
Rp 31.800.000 dan santunan 15 juta dari pemerintah.

Dan para mahasiswa yang ada di Indonesia melakukan penggalangan dana dan donasi untuk membantu meringankan beban korban tanah longsor di Sumedang. Salah satunya yaitu Universitas Pancasakti Bekasi mengumpulkan dana selama 9 hari mulai tanggal Selasa, 26 Januari 2021 s/d Kamis, 04 Februari 2021 dan melakukan penyerahan dana Minggu, 07 Februari 2021 di tempat kejadian  longsor Ds. Cihanjuang, Kec. Cimanggung, Kab. Sumedang.


Menyerahkan berupa makanan yakni
1. 13 dus Indomie
2. 20 Pack teh hijau
3. 200 Minyak Resto 200ml
4. Beras 50kg
Dan menyerahkan uang Rp 5000.0000

Galang Dana Depan Kampus Universitas Pancasakti

Dari hasil artikel ini : saya berpendapat bahwa bencana alam tidak bisa di duga duga terjadinya ,

terjadi karena takdir Allah SWT Maka dari itu hal yang pertama harus kita lakukan ketika bencana terjadi adalah berserah diri dan berdoa mohon ampun kepada Allah atas segala dosa yang kita lakukan.dan kita wajib mempunyai rasa peduli sesama manusia dan saling tolong menolong.










Yusi Risdaini 
Akuntansi Semester 1


Komentar

Postingan Populer